Langsung ke konten utama

Persepsi Guru tentang pendekatan Saintifik

Sumber: https://powermathematics.blogspot.com/2015/11/persepsi-guru-tentang-pendekatan.html


Hasil gambar untuk pendekatan saintifik
Pendekatan Saintifik
 Pendekatan saintifik merupakan suatu mekanisme untuk memperoleh pengetahuan dengan prosedur yang didasarkan pada suatu metode ilmiah. Pendekatan ini terdiri dari beberapa langkah, yaitu: mengamati; menanya; mengumpulkan informasi; mengasosiasi; dan mengkomunikasikan. Langkah-langkah pembelajaran dengan pendekatan saintifik dapat dilihat pada Tabel 1.

       Tabel 1. Langkah-langkah Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik

Langkah Pembelajaran
Deskripsi Kegiatan
Mengamati

Menanya


Mengumpulkan informasi/mencoba



Menalar/
mengasosiasikan


Mengkomunikasikan
Mengamati dengan indera (membaca, mendengar, melihat, menonton dan sebagainya) dengan dan/atau tanpa alat.
Membuat dan mengajukan pertanyaan, tanya jawab, berdiskusi tentang informasi yang belum dipahami, informasi tambahan yang ingin diketahui, atau sebagai klarifikasi.
Mengeksplorasi, mencoba, berdiskusi, mendemonstrasikan, meniru bentuk/gerak, melakukan eksperimen, membaca sumber lain selain buku teks, mengumpulkan data dari nara sumber melalui angket, wawancara, dan memodifikasi/menambah/mengembangkan.
Mengolah informasi yang sudah dikumpulkan, menganalisis data dalam bentuk membuat kategori, mengasosiasi atau menghubungkan fenomena/informasi yang terkait dalam rangka menemukan suatu pola dan menyimpulkan.
Menyajikan laporan dalam bentuk bagan, diagram atau grafik, menyusun laporan, dan menyajikan laporan meliputi proses, hasil dan kesimpulan secara lisan.
Sumber: Permendikbud No. 103 tahun 2014

Refleksi yang saya dapatkan :
Persepsi Guru mengenai Pendektan Saintifik  dapat saya simpulkan,

1.Sumber informasi yang diperoleh guru mengenai pendekatan saintifik sangat mudah untuk diakses serta dapat digunakan di jenjang pendidikan SD hingga perkuliahan

2. Pendekatan Saintifik mempunyai ciri-ciri : berpusat kepada siswa, guru hanya berfungsi sebagai fasilitator, terdapat sintak pembelajaran yang terdiri dari mengamati-menanya-mencoba-menalar dan mengomunikasikan, murid menentukan konsep dari lingkungan, guru berfungsi sebagai motivator, metode saintifik dapat dipadukan dengan metode yang lain yang selaras

3. Kelebihan menggunakan Pendekatan Saintifik, 
siswa lebih kreatif,  siswa dapat belajar mandiri maupun berkelompok, siswa dapat mengeksplor potensinya sendiri, pengetahuan yang diperoleh siswa bersifat lebih stabil dan bertahan lama, siswa berpikir kritis,  siswa berperan aktif dalam pembelaaran, siswa menemukan sendiri ilmunya, siswa merasa senang karena merasa lebih dihargai, suasana demokratis dapat dibangun, guru tidak bosan mengajar, guru juga memperoleh pengetahuan baru, siswa lebbih dapat berkreasi, hubungan antar siswa dapat terjalin lebih baik, siswa lebih bertanggung jawab.

4. Beberapa metode yang dapat dipadukan dengan pendekatan Saintifik yaitu : PBL, PjBL, Discovery Learning, Inquiry, Coopeatif Learning, Pembelajaran Kontekstual, dan Metode Diskusi.


5. Kelemahan menggunakan Pendekatan Saintifik,
Membutuhkan waktu yang lebih lama, membutuhkan persiapan mengajar yang lebih banyak, penilaian siswa menjadi lebih rumit, anak-anak berprestasi rendah akan mengalami kesulitan belajar, pendekatan Saintifik kurang cocok untuk materi yang sukar, siswa merasa tugasnya (PR) lebih banyak, perlu waktu untuk mengubah kebiasaan siswa bersikap ilmiah,

Kesimpulan dari persepsi guru di atas, saya berkesimpulan Pendekatan Saintifik dapat menjadi pilihan salah satu pilihan pendekatan yang dapat digunakan oleh guru dalam melakukan pembelajaran terutama pembelajaran matematika. Langkah-langkah yang didasarkan metode ilmiah membuat siswa belajar aktif (berpartisipasi), membangun pengetahuannya sendiri, serta membuat pembelajaran tersebut lebih bermakna.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Refleksi ke-2 Daya Matematika bersama Prof.Dr.Marsigit, M.A. : Meaningfull Learning

Pembelajaran Bermakna (Meaningfull Learning)        Dalam perkuliahan dengan Pak Marsigit, pada tanggal 18 Februari 2020 membahas tentang pembelajaran bermakna atau Meaningfull Learning. Pembelajaran bermakna berarti siswa memaknai apa yang ia pelajari. Konsep belajar bermakna identik dengan teori belajar David Ausubel.          Menurut Ausubel, ada dua jenis belajar yaitu belajar bermakna dan belajar menghafal. Belajara bermakna adalah suatu proses belajar dimana informasi baru dihubungkan dengan struktur pengertian yang sudah dimiliki seseorang yang sedang belajar. Berbeda hal dengan belajar menghafal, dimana siswa berusaha menerima dan menguasai bahan yang diberikan oleh guru atau yang dibaca tanpa makna.         Konsep atau teori pembelajaran yang bermakna adalah bahwa informasi yang dipelajari sepenuhnya dipahami dan sekarang dapat digunakan untuk membuat kon...

Refleksi ke-4 Daya Matematika bersama Prof.Dr.Marsigit, M.A: Apa itu matematika: model kenyataan atau kenyataan itu sendiri?

Apa itu matematika: model kenyataan atau kenyataan itu sendiri?         Ada fakta menarik tentang Planet Neptunus: ia ditemukan menggunakan matematika. Penemuan Neptunus ini dianggap bukti bahwa matematika bukan karangan semata, tapi sesuatu yang nyata. Ada fakta menarik tentang Planet Neptunus: ia ditemukan menggunakan matematika. Penemuan Neptunus ini dianggap bukti bahwa matematika bukan karangan semata, tapi sesuatu yang nyata. Beberapa temuan ilmiah terpenting bersumber dari angka, dan angka juga membuat cara pandang kita terhadap alam semesta jadi berbeda. Apakah kenyataan sesungguhnya juga merupakan kumpulan angka-angka?         Adanya uang - tepatnya utang - membuat kita lebih mudah membayangkan angka negatif. Utang dan angka negatif Ketika kue tadi habis dimakan, tidak ada kue yang minus. Namun menurut Alex Bellos hitungan negatif berlaku sangat alamiah dalam soal uang. "Kita bisa punya uang,...

Tugas Mind Map Daya Matematika

ket: Mind Mananger Daya Matematika Daya Matematika memiliki standar proses, skill matematika, konten matematika, model pembelajaran matematika, kemampuan matematika, disposisi matematika, sikap matematika, serta mathematical thinking. Daya matematis adalah (NCTM ,1999) “Mathematical power includes the ability to explore, conjecture, and reason logically; to solve non-routine problems; to communicate about and through mathematics; and to connect ideas within mathematics and between mathematics and other intellectual activity”. (kemampuan untuk menghadapi permasalahan baik dalam matematika maupun kehidupan nyata). Daya matematika dalam mind manager saya bagi menjadi beberapa bagian, nyaitu: 1.        Standar Proses (Procces Standart) Tujuan yang ingin dicapai dari proses pembelajaran, proses standar meliputi, kemampuan pemecahan masalah kemampuan berargumentasi, kemampuan berkomunikasi, kemampuan membuat koneksi (connection) dan ...