Langsung ke konten utama

Refleksi ke-1 Daya Matematika bersama Prof.Dr.Marsigit, M.A. : Dimensi Daya Matematika


Hubungan Intuisi dengan Dimensi Daya Matematika
(Refleksi Kuliah Prof. Dr. Marsisigit, M.A)
A. Pendahuluan
        Dimensi yang dibahas di artikel ini bukan ke arah dimensi matematika, seperti dimensi tiga  pada bangun ruang. Dimensi yang dimaksud adalah dimensi Proses dan Hasil pikiran dalam kehidupan yang dibagi menjadi dua yaitu dimensi langit dan dimensi bumi. Seperti gambar di atas, Dimensi langit memiliki komponen dan pembuktian yang sempurna sedangkan dimensi bumi tidak sempurna. Kedua dimensi ini sangat berbeda (bertolak belakang). Pada artikel ini akan dibahas dimensi yang dihubungkan ke daya matematika seperti dimensi berpikir matematika pada level kependidikannya, dan bagaimana hubungannya ke intuisi manusia. 

B. Dimensi Daya Matematika
        Dimensi merupakan salah satu aspek yang meliputi atribut,elemen, item, fenomena, situasi atau faktor yang membentuk suatu entitas. Dimensi dalam kehidupan dibagi menjadi dua, yaitu dimensi langit dan dimensi bumi. dapat kita lihat pada gambar di atas, komponen-komponen serta faktor-faktor dimensi langit dengan bumi.
        Dimensi langit berisikan komponen prinsip, spiritual, absolutis, ideal, takdir, fatal, Forma, konsisten, logika,identitas, analitik, plan, struktur, resep, teori rumus, A Proiri, modal, logika, dst. Dimensi bumi berisikan komponen substansi, vital, ikhtiar, realita, banyangan, pengalaman, kontradiktif, empiris, A Posteriori, persepsi, material, contoh, dst. Diantara kedua dimensi tersebut, masih terdapat dimensi paling atas nyaitu di atas dimensi langit, "kuasa Tuhan" (batas pikir manusia).
        Prinsip dasar dimensi langit dalam pembelajaran matematika adalah A=A, (teori rumus), atau dapat dikatakan suatu sudat pandang yang menempatkan subjek atau objek pada satu sisi saja. Sebagai contoh,
sedangkan prinsip dasar dimensi bumi dalam pembelajaran matematika adalah A tidak sama dengan A (ke arah contoh), atau dapat dikatakan suatu sudut pandang  yang menempatkan subjek atau objek pada banyak sisi. Jika kita hubungkan ke filsafat ilmu, dimensi langit dicirikan pada pandangan absolutis, paham yang menekankan konsistensi dan berlogika. Pada dasarnya dimnesi langit menekankan pada A Priori yaitu dimensi ideal yang berfokus pada penalaran (tanpa melakukan pengamatan serta tanpa perlu mengalaminya), sedangkan dimensi bumi sebaliknya. (Ernest, 1994) 
        Dalam kurikulum 2013 dinyatakan bahwa tujuan pembelajaran matematika, agar siswa (1) memahami konsep matematika; (2) menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, menjelaskan gagasan dan pernyataanmatematika; (3) memecahkan masalah, meliputi kemampuan memahami masalah mengkomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain; (5) memiliki sikap menghargai kegunaan matematikadalam kehidupan; (6) memiliki sikap dan perilaku sesuai nilai-nilai matematika; dan (8) menggunakan alat peraga sederhana maupun hasil teknologi untuk melakukan kegiatan-kegiatan matematika (Permendikbud No. 58 Tahun 2014).
        Hubungan tujuan pembelajaran dengan daya matematika menekankan kepada kemampuan daya matematis siswa, seperti bagaimana daya matematika seorang siswa dalam memecahkan masalah, komunikasi matematis, penalarannya, dst dalam mamahami suatu konsep matematika. Siswa pada jenjang SD sampai SMA masih mengarah pada dimensi bumi daya matematikanya, namun di SMA siswa sudah mulai memasuki dimensi langit daya matematikanya. Daya matematika dalam dimensi bumi dapat dikategorikan matematika sekolah sedangkan daya matematika dalam dimensi langit dikategorikan pada matematika ilmuan, seperti ke jenjang S1 sampai S3 memasuki dimensi matematika langit (Marsigit 2020 dalam perkuliahan daya matematika).
        Penekanan dimensi langit dan bumi dengan dimensi daya matematika adalah cara bersudut pandang dan cara berpikir manusia. Pada mulanya, siswa harus melewati dimensi bumi (dimensi dasar) ke arah dimensi langit. Manusia yang memiliki dimensi langit pasti sudah melewati dimensi bumi dalam arti kata manusia yang sudah masuk tahap dimensi langit, pasti sudah melewati dimensi bumi. Sebagai contoh, siswa belajar definisi persegi. Persegi didefenisikan sebagai bangun datar yang memiliki 4 sisi yang sama panjang (empiris), namun pada tahap dimensi langit siswa harus analitik dalam memahami persegi. 
C. Hubungan Intuisi dengan daya matematika
        Intuisi adalah istilah kemampuan memahami sesuatu melalui penalaran rasional dan intelektualitas, seperti pemahaman terjadi tiba-tiba saja dari dunia lain dan di luar kesadaran (https://id.wikipedia.org/wiki/Intuisi). Hubungan antara Intuisi dengan daya matematika adalah bagaimana seseorang dalam mempelajari konsep matematika. Intuisi dengan daya matematika seseorang berjalan searah. Semakin kuat daya matematika, maka semakin bagus intuisinya dan sebaliknya. Daya matematika yang kurang baik dimiliki seseorang sangat mempengarui intuisi seseorang dalam mempelajari konsep matematika. Manusia yang memiliki instituisi baik adalah manusia yang sudah memasuki dimensi bumi dan langit. Namun intiuisi dalam dimensi langit dan bumi hanyalah batasan sempurna manusia, karena segala sesuatu yang paling sempurna hanya ada dalam Tuhan Yang Maha Esa.  
E. Penutup
        Dalam membangun intuisi pada daya matematika seseorang harus sesuai dengan tingkatan pendidikannya. seseorang yang memiiki intuisi matematika pada jenjang SD memiliki daya matematika yang masih rendah sehingga jangan dipaksakan ke daya matematika level SMA atau tingkatan yang lebih tinggi yang dapat mengakibatkan kerusakan intuisi. Seseorang yang tidak mau mengembangkan daya matematika juga sulit mengembangkan intuisi ya dalam memahami konsep matematika. Dimensi tertinggi dalam intuisi yang sempurna hanya Tuhan yang memilikinya.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Refleksi ke-2 Daya Matematika bersama Prof.Dr.Marsigit, M.A. : Meaningfull Learning

Pembelajaran Bermakna (Meaningfull Learning)        Dalam perkuliahan dengan Pak Marsigit, pada tanggal 18 Februari 2020 membahas tentang pembelajaran bermakna atau Meaningfull Learning. Pembelajaran bermakna berarti siswa memaknai apa yang ia pelajari. Konsep belajar bermakna identik dengan teori belajar David Ausubel.          Menurut Ausubel, ada dua jenis belajar yaitu belajar bermakna dan belajar menghafal. Belajara bermakna adalah suatu proses belajar dimana informasi baru dihubungkan dengan struktur pengertian yang sudah dimiliki seseorang yang sedang belajar. Berbeda hal dengan belajar menghafal, dimana siswa berusaha menerima dan menguasai bahan yang diberikan oleh guru atau yang dibaca tanpa makna.         Konsep atau teori pembelajaran yang bermakna adalah bahwa informasi yang dipelajari sepenuhnya dipahami dan sekarang dapat digunakan untuk membuat kon...

Refleksi ke-4 Daya Matematika bersama Prof.Dr.Marsigit, M.A: Apa itu matematika: model kenyataan atau kenyataan itu sendiri?

Apa itu matematika: model kenyataan atau kenyataan itu sendiri?         Ada fakta menarik tentang Planet Neptunus: ia ditemukan menggunakan matematika. Penemuan Neptunus ini dianggap bukti bahwa matematika bukan karangan semata, tapi sesuatu yang nyata. Ada fakta menarik tentang Planet Neptunus: ia ditemukan menggunakan matematika. Penemuan Neptunus ini dianggap bukti bahwa matematika bukan karangan semata, tapi sesuatu yang nyata. Beberapa temuan ilmiah terpenting bersumber dari angka, dan angka juga membuat cara pandang kita terhadap alam semesta jadi berbeda. Apakah kenyataan sesungguhnya juga merupakan kumpulan angka-angka?         Adanya uang - tepatnya utang - membuat kita lebih mudah membayangkan angka negatif. Utang dan angka negatif Ketika kue tadi habis dimakan, tidak ada kue yang minus. Namun menurut Alex Bellos hitungan negatif berlaku sangat alamiah dalam soal uang. "Kita bisa punya uang,...

Tugas Mind Map Daya Matematika

ket: Mind Mananger Daya Matematika Daya Matematika memiliki standar proses, skill matematika, konten matematika, model pembelajaran matematika, kemampuan matematika, disposisi matematika, sikap matematika, serta mathematical thinking. Daya matematis adalah (NCTM ,1999) “Mathematical power includes the ability to explore, conjecture, and reason logically; to solve non-routine problems; to communicate about and through mathematics; and to connect ideas within mathematics and between mathematics and other intellectual activity”. (kemampuan untuk menghadapi permasalahan baik dalam matematika maupun kehidupan nyata). Daya matematika dalam mind manager saya bagi menjadi beberapa bagian, nyaitu: 1.        Standar Proses (Procces Standart) Tujuan yang ingin dicapai dari proses pembelajaran, proses standar meliputi, kemampuan pemecahan masalah kemampuan berargumentasi, kemampuan berkomunikasi, kemampuan membuat koneksi (connection) dan ...