Langsung ke konten utama

Refleksi ke-2 Daya Matematika bersama Prof.Dr.Marsigit, M.A. : Meaningfull Learning


Pembelajaran Bermakna (Meaningfull Learning)
       Dalam perkuliahan dengan Pak Marsigit, pada tanggal 18 Februari 2020 membahas tentang pembelajaran bermakna atau Meaningfull Learning. Pembelajaran bermakna berarti siswa memaknai apa yang ia pelajari. Konsep belajar bermakna identik dengan teori belajar David Ausubel.
         Menurut Ausubel, ada dua jenis belajar yaitu belajar bermakna dan belajar menghafal. Belajara bermakna adalah suatu proses belajar dimana informasi baru dihubungkan dengan struktur pengertian yang sudah dimiliki seseorang yang sedang belajar. Berbeda hal dengan belajar menghafal, dimana siswa berusaha menerima dan menguasai bahan yang diberikan oleh guru atau yang dibaca tanpa makna.


        Konsep atau teori pembelajaran yang bermakna adalah bahwa informasi yang dipelajari sepenuhnya dipahami dan sekarang dapat digunakan untuk membuat koneksi dengan pengetahuan lain yang sebelumnya diketahui, membantu dalam pemahaman lebih lanjut [1] . Pembelajaran yang bermakna sering dikontraskan dengan hafalan , suatu metode di mana informasi dihafal kadang-kadang tanpa unsur-unsur pemahaman atau hubungan dengan objek atau situasi lain. [1] Contoh konsep dunia nyata yang dipelajari oleh pelajar adalah contoh pembelajaran yang bermakna. Pemanfaatan pembelajaran yang bermakna dapat memicu pembelajaran lebih lanjut, karena hubungan konsep dengan situasi dunia nyata mungkin mendorong untuk pelajar. Ini dapat mendorong pelajar untuk memahami informasi yang disajikan dan akan membantu dengan teknik pembelajaran aktif untuk membantu pemahaman mereka [2] . Meskipun membutuhkan waktu lebih lama daripada menghafal, informasi biasanya disimpan untuk periode waktu yang lebih lama. [2]
Pembelajaran yang bermakna dapat menggabungkan banyak teknik yang berbeda, seperti pemetaan konsep dan tugas langsung. Beberapa teknik mungkin lebih bermanfaat daripada yang lain, tergantung pada pembelajar [2].
        Jika pembelajaran yang bermakna terjadi, maka pelajar sepenuhnya terlibat, dan otak kemudian dapat mengatur informasi berdasarkan apa yang berkaitan dengan itu; ini menciptakan asosiasi yang membantu kita belajar lebih banyak dan lebih memahami dengan membuat koneksi [1] . Ini juga berarti bahwa fakta-fakta ini akan diingat bersama, bukan secara individual. Mengingat salah satu fakta (atau aktivasi) akan membuat Anda mengingat yang lain. Ini disebut penyebaran aktivasi [1] . Peserta didik yang mampu menggunakan metode pembelajaran ini, sebagai lawan dari hafalan belajar, mampu memecahkan masalah lebih mudah karena kapasitas mereka untuk menerapkan pengetahuan mereka [1] . Internet telah menjadi faktor utama dalam pembelajaran yang bermakna. Teknologi Web 2.0, seperti Wikipedia, blog, dan YouTube, telah menjadikan pembelajaran lebih mudah dan lebih mudah diakses oleh siswa ( Hamdan et al. 2015 ). Siswa dapat mengembangkan minat mereka dengan akses gratis dan mudah ke alat-alat online ini, dan karenanya dapat mempelajari materi secara bermakna. Pengembangan minat adalah salah satu tujuan pembelajaran yang bermakna, karena siswa yang tertarik umumnya belajar lebih efektif ( Heddy et al. 2006 ).
Dalam teori belajar kognitif, berdasarkan teori pemrosesan informasi manusia, 3 proses inti pembelajaran adalah: bagaimana pengetahuan dikembangkan; bagaimana pengetahuan baru diintegrasikan ke dalam sistem kognitif yang ada; dan bagaimana pengetahuan menjadi otomatis.
Ausubel (1967: 10) berfokus pada pembelajaran yang bermakna, sebagai "pengalaman sadar yang diartikulasikan dan dibedakan secara tepat yang muncul ketika tanda, simbol, konsep, atau proposisi yang berpotensi bermakna terkait dan dimasukkan ke dalam struktur kognitif individu yang diberikan" ( Takač 2008 , hlm. 26).
    
Rincian penjelasan meaningfull learning
    Daya matematika merupakan salah hasil dari meaningfull learning. Meaningfull Learning terdiri atas beberapa bagian, yaitu:
1. Intentional (Nilai)
2. Active (aktif)
3. Constructive (membangun)
4. Cooperative
5.Authentic (melihat kenyataan)

Referensi
  • Perkuliahan Pak Marsigit
  • Ausubel, DP (2000), Akuisisi dan retensi pengetahuan: pandangan kognitif , Penerbit Akademik Kluwer, ISBN 9780792365051
  • Takač, VP (2008), strategi pembelajaran Kosakata dan akuisisi bahasa asing , Multilingual Matters, ISBN 9781847690388
  • Heddy, Benjamin; Sinatra, Gale; Seli, Helena; Taasoobshirazi, Gita; Mukhopadhyay, Ananya (2016), "Menjadikan pembelajaran bermakna: memfasilitasi pengembangan minat dan transfer pada mahasiswa berisiko", Educational Psychology , 37 (5): 1–18, doi : 10.1080 / 01443410.2016.1150420
  • Novak, Joseph (2002), "Pembelajaran Bermakna: Faktor Esensial untuk Perubahan Konseptual dalam Hirarki Proposisi Terbatas atau Tidak Tepat Menuju Pemberdayaan Peserta Didik", Pendidikan Sains , 86 (4): 548–571, CiteSeerX 10.1.1.505.2763 , doi : 10.1002 / sce.10032
  • Hamdan, A; Din, R; Manaf, Abdul; Salleh, Mat; Kamsin, aku; Ismail, N (2015), "Menjelajahi Hubungan Antara Frekuensi Penggunaan Web 2.0 dan Atribut Pembelajaran yang Berarti", Jurnal Pendidikan Teknis dan Pelatihan , 7 (1): 50–66

Komentar

  1. Bahasan yang menarik, Mas Daniel. Dari artikel ini kita bisa memahami sekilas bagaimana pembelajaran yang bermakna (meaningful learning) vs. pembelajaran yang kurang bermakna (rote learning)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Refleksi ke-4 Daya Matematika bersama Prof.Dr.Marsigit, M.A: Apa itu matematika: model kenyataan atau kenyataan itu sendiri?

Apa itu matematika: model kenyataan atau kenyataan itu sendiri?         Ada fakta menarik tentang Planet Neptunus: ia ditemukan menggunakan matematika. Penemuan Neptunus ini dianggap bukti bahwa matematika bukan karangan semata, tapi sesuatu yang nyata. Ada fakta menarik tentang Planet Neptunus: ia ditemukan menggunakan matematika. Penemuan Neptunus ini dianggap bukti bahwa matematika bukan karangan semata, tapi sesuatu yang nyata. Beberapa temuan ilmiah terpenting bersumber dari angka, dan angka juga membuat cara pandang kita terhadap alam semesta jadi berbeda. Apakah kenyataan sesungguhnya juga merupakan kumpulan angka-angka?         Adanya uang - tepatnya utang - membuat kita lebih mudah membayangkan angka negatif. Utang dan angka negatif Ketika kue tadi habis dimakan, tidak ada kue yang minus. Namun menurut Alex Bellos hitungan negatif berlaku sangat alamiah dalam soal uang. "Kita bisa punya uang,...

Tugas Mind Map Daya Matematika

ket: Mind Mananger Daya Matematika Daya Matematika memiliki standar proses, skill matematika, konten matematika, model pembelajaran matematika, kemampuan matematika, disposisi matematika, sikap matematika, serta mathematical thinking. Daya matematis adalah (NCTM ,1999) “Mathematical power includes the ability to explore, conjecture, and reason logically; to solve non-routine problems; to communicate about and through mathematics; and to connect ideas within mathematics and between mathematics and other intellectual activity”. (kemampuan untuk menghadapi permasalahan baik dalam matematika maupun kehidupan nyata). Daya matematika dalam mind manager saya bagi menjadi beberapa bagian, nyaitu: 1.        Standar Proses (Procces Standart) Tujuan yang ingin dicapai dari proses pembelajaran, proses standar meliputi, kemampuan pemecahan masalah kemampuan berargumentasi, kemampuan berkomunikasi, kemampuan membuat koneksi (connection) dan ...