Langsung ke konten utama

Refleksi ke-3 Daya Matematika bersama Prof.Dr.Marsigit, M.A. : Metaphysic


 Metafisik/Metafisika


     Secara sejarah, filsafat berawal dari metafisika. Pertanyaan-pertanyaan seperti apakah alam semesta; bagaimanakah asal-usulnya; apa itu kenyataan; apa hakekat jiwa; apa itu tubuh; bagaimana hubungan antara jiwa dan tubuh? adalah pertanyaan-pertanyaan pertama yang menggelitik manusia yang kemudian mereka sendiri berusaha untuk menjawabnya. Dari rasa ingin tahu tersebut, berbagai macam usaha dilakukan untuk memperoleh jawabannya. Akhirnya, lahirlah berbagai macam jawaban yang satu sama lain tidak hanya saling melengkapi, tetapi juga tidak jarang saling bertentangan. Karena inilah, metafisika sering dihadapkan dengan epistemologi. 
     Metafisikan dalam epistemologi terkait dengan “legalitas” ilmiah metafisika sebagai salah satu capaian pengetahuan manusia. Berbagai pertanyaan kritis diajukan untuk menggugat metafisika. Artinya, keberatan terhadap metafisika ini dikarenakan konsep-konsep metafisika tidak bisa diverifikasi, tidak konkret, dan tidak positif.  Kata “meta” bagi orang Yunani mempunyai arti “sesudah atau di belakang”. Kata metafisika dipakai sekali untuk mengungkapkan isi pandangan mengenai, “hal-hal di belakang gejala fisik”. 
     Wilayah kajian metafisika, diadopsi oleh seorang filsuf Jerman, Christian Wolff, pada abad ke- 18 adalah ontologi di samping teologi metafisik, antropologi dan kosmologi. Ontologi berkaitan dengan filsafat tentang yang ada (being); teologi berkaitan dengan problematika filsafat ketuhanan; kosmologi berkaitan dengan filsafat alam; dan psikologi berhubungan dengan filsafat manusia dengan problematikanya (mind). Kattsoff membagi metafisika menjadi dua: ontologi dan kosmologi. Ontologi berusaha untuk menemukan esensi terdalam dari yang ada, sedang kosmologi berusaha untuk mengetahui ketertiban serta susunannya. Ontologi merupakan istilah lain dari metafisika. Hal ini bisa dilihat dari definisi ontologi itu sendiri. Ontologi berasal dari bahasa Latin: “ontos” (being atau ada) dan “logos” (knowledge atau pengetahuan). Jadi, ontologi sama dengan metafisika, yaitu cabang filsafat yang bersangkutan dengan pertanyaan mengenai hakekat yang ada yang terdalam atau esensi terdalam dari yang ada. Oleh karenanya, ontologi sama dengan metafisika.
    Dalam blog Pak Marsigit,  (https://powermathematics.blogspot.com/2017/09/metafisik.html), dijelaskan juga metafisik. Semua kenyataan mempunyai metafisiknya masing-masing, maka semua pikiran perasaan, ibadah, doa, keyakinan, maksud, tujuan, ucapan, tulisan, dst. mempunyai metafisik masing-masing. Mengerti banyak maksud dari maksud-maksud, mengerti banyak maksud dari tulisan, ucapan dan kenyataan, itulah yang dimaksud orang berilmu. Jadi, sebenar-benarnya ilmu itu adalah metafisik.           
     Sebenar-benar ilmu adalah metafisik. Mengetahui banyak maksud dari suatu perkara. Berpikir metafisik berarti berpikir secara luas dari berbagai sudut pandang. Meta berarti sebaliknya yang didengar atau dilihat. Misalnya saja orang melihat bahwa daun berwarna hijau. Namun jika berpikir metafisiknya warna daun adalah warna selain itu. misalnya saja berada pada kegelapan, maka daun bisa berubah warna menjadi hitam. Ketika berada pada ruang yang dipenuhi lampu berwarna merah, maka daun tersebut akan berubah warna merah. Warna daun bisa bermacam-macam. Hal ini tentu bisa memperkaya pengetahuan dan bisa mengerti banyak hal. Namun ini berbahaya jika sudah tergoda metafisiknya syaiton yang merasa mengerti bayak hal sehingga menjadikannya sombong dan lupa diri. Jadi, berusaha mengetahui banyak hal memang baik dilakukan namun tetap hati-hati jangan sampai terkena godaan setan (yg jahat). (https://powermathematics.blogspot.com/2017/09/metafisik.html)

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Refleksi ke-2 Daya Matematika bersama Prof.Dr.Marsigit, M.A. : Meaningfull Learning

Pembelajaran Bermakna (Meaningfull Learning)        Dalam perkuliahan dengan Pak Marsigit, pada tanggal 18 Februari 2020 membahas tentang pembelajaran bermakna atau Meaningfull Learning. Pembelajaran bermakna berarti siswa memaknai apa yang ia pelajari. Konsep belajar bermakna identik dengan teori belajar David Ausubel.          Menurut Ausubel, ada dua jenis belajar yaitu belajar bermakna dan belajar menghafal. Belajara bermakna adalah suatu proses belajar dimana informasi baru dihubungkan dengan struktur pengertian yang sudah dimiliki seseorang yang sedang belajar. Berbeda hal dengan belajar menghafal, dimana siswa berusaha menerima dan menguasai bahan yang diberikan oleh guru atau yang dibaca tanpa makna.         Konsep atau teori pembelajaran yang bermakna adalah bahwa informasi yang dipelajari sepenuhnya dipahami dan sekarang dapat digunakan untuk membuat kon...

Bilangan Nol dengan intuitif anak atau siswa

Sumber: https://powermathematics.blogspot.com/2017/09/filsafat-bilangan-nol.html Defenisi:         0 dibaca nol atau kosong adalah suatu angka dan digit angka yang digunakan untuk mewakili angka dalam angka. Angka nol memainkan peranan penting dalam matematika sebagai identidas tambahan bagi bilangan bulat, bilangan real, dan struktur aljabar lainnya.Sebagai angka, nol digunakan sebagai tempat dalam sistem nilai tempat. (sumber: wikipedia)  buat pembaca dapat mendapat wawasan lebih Filsafat bilangan 0 dapat mengakses ke : https://www.bbc.com/indonesia/vert-cul-45279945  Kesimpulan yang didapatkan dari sumber diatas:        Bilangan nol sudah dapat kita dengar bahkan pahami sejak kecil. pemahaman (pengertian awal) yang kita kenal sejak dini ini disebut intuitif matematika. Pengetahuan intuitif sangat diperlukan dalam perkembangan pemahaman matematika. Hal tersebut dikarenakan, melalui pengalaman ana...

Refleksi ke-5 Daya Matematika bersama Prof.Dr.Marsigit, M.A. : Virus Corona

Virus Corona        Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, pneumonia akut, sampai kematian.   Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, baik  bayi ,  anak-anak , orang dewasa,  lansia , ibu hamil, maupun  ibu menyusui .   Gejala Virus Corona         Infeksi virus Corona atau COVID-19 bisa menyebabkan penderitanya mengalami  gejala flu , seperti demam, pilek, batuk, sakit tenggorokan, dan sakit kepala; atau gejala penyakit infeksi pernapasan berat, seperti d...